A Recipe for a Happy Life

日本での幸せライフレシピ

Manfaat Kesehatan dari Teh Hojicha
(ほうじ茶の健康効果)

Sudah tidak asing jika Jepang dikenal dengan teh hijaunya. Teh hijau dan Matcha yang diproduksi di Jepang sudah banyak dan populer di masyarakat. Tak terkecuali di Indonesia sendiri. Saat ini minuman dengan rasa Matcha kian beredar di gerai minuman.

Ternyata, dari teh hijau, tidak hanya menghasilkan Matcha atau teh hijau itu sendiri. Salah satu teh yang juga diproses dari teh hijau, bernama Hojicha. Berbeda dengan Matcha yang diproses dari daun teh dan dikukus, Hojicha diproses dari daun teh dengan cara disangrai di dalam pot keramik. Dari proses sangrai itulah menjadi Hojicha yang siap dikonsumsi. Karena itu, warna dari teh Hojicha ini berwarna kecoklatan. Di Jepang, Hojicha sering disajikan di beberapa kedai makanan. Contohnya di kedai makanan tempura. Dibanding air minum biasa, mereka memilih untuk menyajikan Hojicha sebagai minuman selepas menyantap makanan yang digoreng tersebut. Karena memang disebutkan kalau Hojicha bisa menetralkan rasa setelah memakan makanan berminyak seperti tempura, agar tidak membekas di mulut.

Hojicha Sudah Populer dari Tahun 1920-an

Di Jepang, ada satu kota dengan ciri khas teh hijaunya, yaitu Di kyoto. Saat itu, pedagang teh di Kyoto mulai mencoba memanggang daun teh di atas arang. Cara ini dilakukan oleh pedagang teh untuk memanfaatkan sisa daun teh setelah proses pemilihan teh. Pemanggangan ini menciptakan aroma yang sedap dan digemari orang-orang. Sejak saat itu, proses Hojicha yang dikeringkan dan dipanggang begitu diminati.

Rasa Lembut dan Rendah Kafein

Seperti yang kita tahu, di dalam kandungan teh ada kafein. Maka dari itu untuk pengonsumsian teh sendiri dibatasi untuk anak-anak.

Namun, teh Hojicha ini rendah kandungan kafein. Dikatakan rendah karena dari proses pembuatannya, yaitu dikeringkan, otomatis kandungan kafein yang ada di teh hijau menguap dan akhirnya menurunkan kadar kafein. Selain itu, teh Hojicha ini memiliki rasa lebih lembut dibandingkan dengan teh hijau lain. Teh hijau biasanya menyisakan rasa pahit di mulut. Untuk teh Hochija, bila diminum tidak meninggalkan rasa. Karena, seperti yang sudah disebutkan, proses sangrai dengan suhu tinggi menyebabkan kandungan asam dan pahit pun menghilang. Jika dikonsumsi akan berasa seperti sesuatu yang dipanggang namun masih enak untuk diminum. Karena rasanya yang lembut, biasanya teh Hojicha ini disajikan setelah makan atau sebelum tidur.

Menguatkan Kekebalan Tubuh dan Menyehatkan Jantung

Kandungan Hojicha polifenol dan vitamin A,C, dan D mampu meningkatkan kekebalan tubuh. Sejumlah kandungan tersebut berkhasiat untuk melawan bakteri. Serta dapat menghilangkan demam. Penelitian menyebutkan, kandungan Hojicha juga bisa menurunkan resiko kanker dan mencegah pertumbuhan sel kanker dengan mengadang karsinogen. Kandungannya juga dipercaya dapat menyehatkan jantung. Kandungan katekin pada teh hijau juga bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol. Hal ini juga bisa menurunkan resiko penyakit kardiovaskular.

Meningkatkan Metabolisme

Kandungan katekin dari teh hijau, juga bermanfaat untuk meningkatkan metabolisme dan bisa menurunkan berat badan serta pembakaran lemak dan kalori yang ada pada tubuh. Minuman Hojicha ini juga memiliki kandungan serat yang tinggi dibanding teh lainnya. Tak heran masyarakat Jepang yang ingin diet meminum Hojicha.

Menghilangkan Rasa Sakit Pada Sendi

Kandungan polifenol yang terdapat pada Hojicha mampu menghilangkan rasa sakit dan nyeri peradangan pada sendi. Tak hanya peradangan saja, minum Hojicha dapat mencegah cedera lebih lanjut pada sendi. 

GLOBAL BUSINESS NETWORK
Official Facebook Page

Site Map